Shit Happens: Gue yang Ogah Kawin, Kok Lo yang Rese?!

Shit Happens: Gue yang Ogah Kawin, Kok Lo yang Rese?!

by Christian Simamora

Shit does happen in their life.

But, still, life must goes on....Lula, Sebastian, dan Langit.

Jurnalis, penulis, dan editor.

till one question ruins their unperfect life.

Sebastian : Mangoli (nikah) cuma itu yang ada di pikiran Mama akhir-akhir ini.

Talk to yourself, Mom. Your marriage isnt a picture of a happy life.

Kenapa sih terus-terusan maksa aku nyari calon parumaen (menantu) dan menikah secepatnya?

Langit : We were a perfect couple.

So, this is not a story about perfect life.

***Shit does happen, bahkan tidak hanya di kamar mandi.

Buku ini membuat gue berdecak dari, ehm, kalimat pertama sampai terakhir.

Lucu, cerdas, dan membuat berpikir.

Membaca dua editor super ini akhirnya kawin dan beranak novel membuat gue berkesimpulan: awesomeness happens!

Buku ini punya dialog yang kocak dan cerdas!

I think any smart, sophisticated, mid and late 20s urban people dengan segala quarter life crisis-nya could really relate to the story.You know, shitty crisis which only makes us feel so smart, so strong, so wise, so different, so damn proud and sooo alive for having it.

  • Language: Indonesian
  • Category: Romance
  • Rating: 3.04
  • Pages: 310
  • Publish Date: 2007 by GagasMedia
  • Isbn10: 9797801713
  • Isbn13: 9789797801717

What People Think about "Shit Happens: Gue yang Ogah Kawin, Kok Lo yang Rese?!"

hal 274 Memaafkan ternyata bisa menghancurkan racun-racun kenangan dari pikiran gue hal 275 semacam Novel ini menceritakan tentang tiga sahabat Lula, Langit dan Sebastian. Tiga sahabat yang mempunyai tiga karakter yang berbeda ini di prolog menceritakan tentang 'adu mulut' nama 'Ilalang' yang akan diberikan Langit kalau dia punya anak nanti. Well, akhirnya mereka tetap mencari nama-nama yang bisa untuk laki dan perempuan tapi ujung-ujungnya tetap beralih ke Ilalang vs Jembut -_-. Dari mulai lovehappens.com sampai berujung pada friendster dia jabanin untuk mendapat partner hanya untuk pergi ke acara pernikahan mantannya itu. dia baru menertawakan temannya yang akan menikah. Tidak perlu dengan "melakukan sex dengan wanita kan" untuk menentukan dia gay atau nggak. Menyadari ternyata dirinya mulai "sakit Gay" akhirnya, dia mencari cara untuk agar "sakit Gay"-nya ini tidak berkembang biak. Adalah Agnes seorang gadis yang konon menyukainya sewaktu SMA dimanfaatkannya untuk obat penawar sakit gay-nya itu. Namun bagaimana jika Steve tidak sesetia yang diperkirakannya? Langit adalah yang jenis kelaminya tidak jelas diantara mereka bertiga. Dia juga yang dengan tegas mengatakan dia tidak menikah bahkan kepada keluarganya. Undangan yang pernikahan dari mantannya Dean. Sebenarnya, dia juga trauma dengan kisah masa lalunya dengan Dean yang lebih memilih laki-laki dibanding dirinya. Yap, mantannya itu Gay. Dan akan menikah dengan laki-laki juga haduuuh. Langit sangat kaget juga pas Sebastian mengakui kalau dia juga "Gay". Adalah Alex, sahabat Dean yang ada di samping Langit saat Dean memutuskan untuk lebih memilih June dibandingkan Langit. Dan dia juga yang kini berada di samping Langit saat menghadiri pernikahan June dan Dean.

But, still, life must goes on.Lula, Sebastian, dan Langit. Sebastian : Mangoli (nikah) cuma itu yang ada di pikiran Mama akhir-akhir ini. Membaca dua editor super ini akhirnya kawin dan beranak novel membuat gue berkesimpulan: awesomeness happens! (www.icha.rahmanti.com ) Review : Shit Happen adalah hasil kolaborasi dari Christian Simamora dan windy Ariestanty, dua editor gagas media. Menceritakan persahabatan tiga manusia urban, Lula, Sebastian, dan Langit yang betah melajang. Sama-sama ogah nikah, sama-sama dituntut untuk segera menikah, dan sama-sama bekerja dibidang yang saling berkaitan: Jurnalis, editor, dan penulis. Jadi kata J***** dianalogikan sama dengan calon anak Langit yang bernama Ilalang. The next penceritaan novelnya ditulis dengan sudut pandang masingmasing dari sisi Lula, Langit, dan Sebastian. Lula yang resah karena mendapat undangan dari mantan pacarnya untuk menghadiri pernikahan tapi dia tidak memiliki pasangan. Harus berusaha dengan gencar dalam waktu dekat untuk memiliki pasangan yang lebih dari Rahmat si mantan pacar. Lula tidak terima makanya ingin balas dendam di hari pernikahan tersebut dengan menggandeng pasangan untuk dipamerkan bahwa Rahmat nggak ada apa-apanya dibanding pasangannya yang sekarang. Langit trauma atas masa lalunya dengan cowok bule yang bernama Dean. Sebastian juga berani jujur kepada Mamanya bahwa dia berpacaran dengan seorang laki-laki yang bernama Steve.

hidup kan 'ngga' melulu berjalan LINEAR, but STILL WE MUST GO ON." Setelah membaca kalimat di atas pada belakang sampul buku ini jadi ngeh, boleh juga idenya :) Bercerita tentang kehidupan tiga orang sahabat, Lula, Sebastian, dan Langit. Tapi, Lula seperti kebakaran jenggot ketika mendapat undangan pernikahan dari mantan pacarnya, merasa harga dirinya tersakiti, dia ingin datang dengan pasangan yang lebih dari mantannya itu dan menunjukkan kalo pilihannya salah, nyesel kenapa nggak sama dia aja nikahnya. Dan kalo bener, berarti dia harus cari peyembuh, yaitu pacaran dengan cewek. Langit, dia telah memplokamirkan diri di hadapan keluarga besarnya kalau tidak ada niat untuk menikah. Kita juga nggak boleh terus terkungkung dalam masa lalu." "Gue pengen melanjutkan hidup gue tanpa dibayangi rasa sakit di masa lalu." Bagian yang paling saya suka adalah ketika langit bertanya kepada Alex: "Lex. Gue mau menjual kenangan. Yang kurang dari buku ini adalah saya merasa konflik Lula dan Sebastian belum terselesaikan, masih menggantung, hanya kisah langit yang sudah ada pencerahannya.

Silahkan baca sendiri cos kalau aku tulis di sini bisa bukan resensi dong namanya :p Dari segi kemasan fisik novel ini cukup menarik karena covernya sengaja dibuat terbalik, bukan karena salah cetak or salah bikin. Aku pernah menulis novel dengan sudut pandang tiap tokoh (tapi belum kukirim draft-nya cos beberapa pertimbangan) dan emang sulit banget karena kita dituntut untuk masuk lebih dalam pada setiap tokohnya. Tentang isi dan konflik yang diangkat sebenarnya sudah pernah kubaca di novel2 yang lain, tapi penyajian Mbak Windy dan Mas Ino yang cukup unik-di dalam novel ada ilustrasi yang dibuat sendiri oleh Mas Ino-membuat novel ini tampil beda, fresh dan nggak bosen bacanya. Mungkin minusnya ada pada kurangnya konflik atau konsekuensi yang dihadapi tiap tokohnya atas status lajang mereka-dalam hal ini dari masyarakat sekitar.

Penasaran saya terbayarkan setelah melalap buku hasil pinjaman ini dalam beberapa jam. Bukan karena tiga tokoh utama (Seb-Ngit-Ul) berdebat masalah jembut-----hell yeah, JEMBUT!------Tapi karena saya merasa ada narasi yang berbelit.

hidup kan 'ngga' melulu berjalan LINEAR, but STILL WE MUST GO ON." Setelah membaca kalimat di atas pada belakang sampul buku ini jadi ngeh, boleh juga idenya :) Prolog dibuka dengan bahasa yang sarkas khusus orang dewasa. :p "...Once you fuck her, you'd face the consequence to marry her." The next penceritaan novelnya ditulis dengan sudut pandang masingmasing dari sisi Lula, Langit, dan Sebastian. Ini saatnya cewek-cewek juga ngelakuin hal yang sama." Lula yang resah karena mendapat undangan dari mantan pacarnya untuk menghadiri pernikahan tapi dia tidak memiliki pasangan. Harus berusaha dengan gencar dalam waktu dekat untuk memiliki pasangan yang lebih dari Rahmat si mantan pacar. Lula tidak terima makanya ingin balas dendam di hari pernikahan tersebut dengan menggandeng pasangan untuk dipamerkan bahwa Rahmat nggak ada apa-apanya dibanding pasangannya yang sekarang. Sebastian juga berani jujur kepada Mamanya bahwa dia berpacaran dengan seorang laki-laki yang bernama Steve. Waktu Seb ngomong gitu ke Lula ya otomatis aku acungi jempol banget:D *ups, sorry yang sering pake pelembap :p Halaman 87 "Lang, kapan sih hari bego sedunia?" "Hm, emang ada? Kok lo bisa tau?" "Karena gue lagi ngomong ama orang yang mencanangkan hari itu sekarang." Hahahaaha :D Lagian Langit ngeselin banget sih, ya pasti Lulanya kesel banget :D Halaman 201 "Thanks, ya, Seb." "Buat?" "Karena udah mo jujur ama gue." "Thanks juga karena udah mau nerima gue." So damn sweet!!!!!!!!!!! Yang kurang dari buku ini adalah aku merasa konflik Lula dan Sebastian belum terselesaikan, masih menggantung, hanya kisah langit yang sudah ada pencerahannya.