Olenka

Olenka

by Budi Darma

Seorang pria bernama Fanton Drummond, yang kita tahu adalah jelmaan pengarangnya sendiri, digambarkan begitu terobsesi dengan Olenka, seniman perempuan yang keberadaannya menyerupai hantu berkelibat.

  • Language: Indonesian
  • Category: Novels
  • Rating: 4.00
  • Pages: 232
  • Publish Date: 1986 by Balai Pustaka
  • Isbn10: 979407277X

What People Think about "Olenka"

Tapi tidak seperti dalam buku Catcher in The Rye yang sempat membuatku pusing tujuh keliling akibat sikap maju-mundurnya Holden, aku lebih suka cara berceritanya Budi Darma.

Kalau perlu saya dapat menggantungkannya di dinding, kemudian menuding-nuding bagian-bagian tubuhnya bagaikan seorang guru ilmu bumi menuding kota-kota di atas peta. Saya bersyukur seorang Budi Darma pernah ada, karena tulisannya memberikan kepada saya sebuah dunia yang dapat dan telah saya jelajahi serta manfaatkan pula.

pertanyaan itu ada di diri setiap orang yang ga bisa dijawab dengan mudah. ada orang yang berhasil menyatakan diri na sebagai apa. dia menilai diri na seperti itu, ntah apa penilaian orang lain. bisa jadi bukan olenka lah yang ingin dia temukan, tapi diri na sendiri cz dia sendiri masih rancu akan keberadaan na. dan segala rutinitas yang tampak sebagai kekangan itu musnah (kalo bisa dikatakan demikian) ketika dia menemukan olenka. pencarian fanton terhadap olenka bisa jadi merupakan pencarian akan diri na sendiri yang sebenar na. jaman sebelum rhe ada itu seperti apa...

Beruntungnya lagi Olenka termasuk karya sastra yang agak sulit didapat jadi aku beralih pada Rafilus karya lain Budi Darma tentang anekdot satir potret hidup anak manusia. Kisah ini bermula ketika Fenton Drummond secara tidak sengaja berjumpa dengan seorang wanita di lift gedung Tulip Tree. Mulanya Fenton mengira wanita itu adalah ibu dari ketiga anak tersebut karena wajah mereka yang hampir mirip. Lambat laun dia jadi terobsesi dengan wanita itu karena setelah itu terjadi perjumpaan-perjumpaan tidak sengaja lainnya dan yang lebih parah lagi Fenton selalu berhalusinasi tentang keberadaan wanita itu. Olenka juga sosok yang aneh, sebelum menikahi Wayne dia pernah terlibat hubungan sesama jenis dengan seseorang berjulukan Winifred ( nama seorang tokoh dalam novel The Rainbow karya D.H Lawrence ). Ternyata kehidupan perkawinannya juga tidak mudah dan kini ia terlibat affair dengan tetangganya bernama Fenton Drummond. Kebahagiaan Drummond dengan keluarga itu juga tidak lama karena kedua orang tua angkatnya tewas dalam kecelakaan lalu lintas dan Fenton kemudian diasuh oleh Negara. Jadi menurut Budi Darma secara tidak langsung mengajak kita untuk mensyukuri apa yang ada dalam diri kita dan mencoba untuk meng-eksplornya menjadi sesuatu yang bersifat positif dan menghasilkan kebaikan untuk diri sendiri maupun orang lain supaya kita tambah dekat dengan Allah.

Ini bukan hanya cerita tentang Fanton, tapi saya pikir ini juga tentang Olenka dan Wayne dan mungkin M.C. Tentang kasih yang tak sampai mungkin, tentang pencarian hidup. Wayne yang berambisi menjadi penulis, Olenka yang berbakat melukis namun dia tak berambisi seperti Wayne, dan Fanton, saya pikir dia manusia yang kebingungan dan terombang-ombang di dunia ini.

Kalau Pak Budi Darma seorang perempuan dan feminis mungkin dia adalah Ayu Utami hahaha .... Mungkin beberapa kelebatan dalam buku ini, sebagianya adalah pemikiran abstrak beliau, konon kalau seorang pelukis ini merupakan suatu tahap yang disebut pra-konsepsi dimana pemikiran kita menghubungkan peristiwa peristiwa dan benda benda secara abstrak untuk menghubungkan atau mengasosiasikan dengan peristiwa, benda dalam alam realitas kita sebagai suatu imajinasi. Entah apapun itu dia berhasil dalam merangkainya, menjadi suatu yang utuh, setiap karakter dalam buku ini kalau mau jujur mungkin salah satu sifat-sifatnya dapat mewakili seseorang atau tidak seseorangpun, diri kita sendiri ataupun orang lain.

cerita berawal dari pertemuan Fanton dan Olenka secara tidak sengaja, lanjut teruuuuus, ternyata muncullah sebentuk ikatan batin diantara mereka. cerita makin kompleks pas Fanton ketemu Wayne, suami Olenka (inget suami, belum cerai) dan Steven (anaknya Wayne sama Olenka). sampai akhirnya, si Olenka ini memutuskan buat meninggalkan Fanton selamanya (nggak meninggal sih, cuma mundur dari kehidupan Fanton aja). sampai di sebuah kota, Fanton ketemu sama dua sahabat yang inisialnya MB dan MC. endingnya, para pembaca dibiarin bertanya-tanya, apakah akhirnya Fanton ketemu lagi sama Olenka?

Lulus dari SMA di Semarang pada 1957, ia memasuki Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gadjah Mada. Lulus dari UGM, ia bekerja sebagai dosen pada Jurusan Bahasa Inggriskini Universitas Negeri Surabayasampai kini. Budi Darma mulai dikenal luas di kalangan sastra sejak ia menerbitkan sejumlah cerita pendek absurd di majalah sastra Horison pada 1970-an. Belakangan, Budi Darma juga menyiarkan cerita di surat kabar, misalnya Kompas; pada 1999 dan 2001 karyanya menjadi cerita pendek terbaik di harian itu.