Pintu Terlarang

Pintu Terlarang

by Sekar Ayu Asmara

Kemarahan Talyda, seorang perempuan cantik, perfeksionis, yang demikian tak terduga hanya karena satu hal : Pintu Terlarang.

Adalah Gambir, suami Talyda yang juga berprofesi sebagai pematung.

Dalam kehidupannya yang dipenuhi lika-liku, hanya satu hal yang selalu mengusiknya.

Sebuah pintu dari kayu jati yang selalu tertutup dan terkunci rapat di salah satu bagian studionya.

Tiba-tiba ia mendengar bunyi bergetar.

Ia tengadahkan kepala, mencari sumber bunyi.

Pintu terlarang diketuk.

Ketukan pun berubah kencang.

Gedor pun berubah kencang.

Memantul pada setiap dinding.

Pintu terlarang menjawab dengan hening seketika.

Pada saat bersamaan, dalam kehidupan lain, Ranti sang jurnalis yang selalu didampingi Dion sang fotografer tengah dilanda obsesi untuk mengungkap cerita kehidupan seorang anak korban penganiayaan orangtuanya.

Tak pernah Ranti menduga apa yang akan ditemuinya dalam perjalanannya tersebut, juga tentang hubungannya dengan Dion yang dianggap "misteri" oleh ibunya.

Mampukah Gambir membuka pintu terlarang dan menemukan jawaban semua pertanyaannya?

Sebuah novel thriler yang mengingatkan kita pada novelis Agatha Christie dengan kisah-kisah misterinya.

*** Andal Krida Nusantara Sriti.com Perempuan di cerita ini sangat powerful sehingga, karir seorang suami sangat bergantung pada sang istri.

  • Language: Indonesian
  • Category: Novels
  • Rating: 3.72
  • Pages: 227
  • Publish Date: 2005 by Andal Krida Nusantara (AKOER)

What People Think about "Pintu Terlarang"

"Aku" selalu mendapat kekerasan baik fisik maupun psikis dari kedua orang tuanya. . Yg kedua, tentang suami isteri (Gambir dan Talyda) yg selalu terlihat "sempurna". Jujur, di kisah ini aku rada sebel banget sama sosok Gambir yg terlalu "menurut" dan memuja Talyda. Nah, yg bikin rada "bosen" adalah ada kalimat sakti yg selalu diucapkan Gambir maupun Talyda.

Baru tahu kalau film Pintu Terlarang yang disutradarai oleh Joko Anwar diadaptasi dari sebuah buku berjudul sama karangan Sekar Ayu Asmara. Di saat cerita bergulir pada pasangan tersebut, Sekar Ayu Asmara menyuguhkan lagi penggalan kisah dari anak usia 9 tahun tersebut. Ada sebuah Pintu Terlarang di dalam studio tempat Gambir bekerja membuat patung yang tidak boleh dibuka. Dalam Pintu Terlarang, seakan pembaca diberikan 3 potongan cerita yang berjalan dengan orbitnya sendiri. Sekar Ayu Asmara hanya memberikan satu bab untuk menjelaskan keseluruhan cerita. Kalau tokoh tersebut tidak memiliki andil yang signifikan, mungkin memperkenalkan mereka kepada pembaca malah akan membuat mereka bingung (baca Pintu Terlarang saja sudah pusing dengan tokoh sampingan, apalagi baca Game of Thrones). Ketika membaca Sekar Ayu Asmara dan caranya dalam menuliskan cerita, memasukkan unsur-unsur magis ke dalamnya, saat itu juga aku teringat dengan V. Tidak bisa disamakan memang, namun rasanya keduanya memiliki kemiripan dalam aura tulisan: membuat bulu roma berdiri dan kadang, ngeri.

Tapi ternyata kehidupan memang tidak hanya punya sisi beruntung namun juga punya sisi yang buntung.

Selain kabar bahwa buku yang film adaptasinya merupakan masterpiece-nya JokAn, aku tak tau APA-APA tentang kisah pintu ini. Bagian lain, yang paling nyleneh, tapi membuatku ber-wow kagum karena nemu aja ide seperti itu, terutama kisah patung-patung itu (yang paling jempol di sini) mampu membingkai pintu terlarang menjadi kisah thriller yang susah dilupakan. Terlebih kata Pintu Terlarang yang menjadi buku ini sepanjang kisah berjalan seakan digaungkan dalam kesan misterius dunia lain... tapi soal kepenulisan di beberapa bagian ada yang membuatku kurang sreg, tapi ya, karena ternyata oh ternyata endingnya seperti itu ya dimaafkan... Setelah membaca buku ini sampai tuntas aku sempat penasaran review orang-orang, baik film maupun bukunya, meskipun yang kutemui kebanyakan mengulas filmnya.

Tapi begitu gw ada kesempatan ngobrol sama Joko Anwar, dan dia bilang film yang ia buat mempunyai cerita yang berbeda dengan bukunya, maka gw pun terarik untuk membaca buku ini. *Menaikkan satu kaki ke kursi dan berkecak pinggang krn bangga* Tapi setelah membaca buku ini, ternyata gw harus mengacungkan kedua jempol gw ama sang penulis. Sekar Ayu Asmara bisa bgt mendeskripsikan pola pikir manusia yang tidak waras sekalipun dengan baik. Tapi alasan sebenarnya sih, gw lupa qoutes yg bagus ada di halaman yang mana.

Sorry to say, di tengah-tengah cerita saya sempat berpikir, ini kalimat yang diulang-ulang di-copy paste atau gimana yah? Sempat ada satu bagian yang bilang tokoh Dion adalah perempuan.

Gila keren banget, bikin penasaran makanya bacanya cepet Dibuku ini ada 3 cerita yang dimana pas di akhir semua cerita ini jadi satu dan masuk akal (jangan dibaca per-part gitu, ntar malah ga nyambung) Udah berusaha buat nebak-nebak alur ceritanya gimana tapi selalu aja salah, selalu aja ada kejutan.

Cerita yang membuat penasaran ditulis dengan bahasa yang lugas, terkadang formal namun tidak pretensius, menambah daya tarik untuk menghabiskan novel dalam sekali baca.

Sementara Bali International Film Festival, Indonesia 2003, menganugerahkan penghargaan Best Actor bagi Nicholas Saputra dan Best Music untuk Addie MS. Sekar telah menerbitkan tiga novel: Pintu Terlarang, Kembar Keempat, dan Doa Ibu. Film Biola Tak Berdawai dinovelisasikan oleh Seno Gumira Ajidarma.