Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi

Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi

by Seno Gumira Ajidarma

Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi (1991), harian Suara Pembaruan, 1991, sebagai Kamar Mandi.

Duduk di Tepi Sungai, harian Kompas, 4 September 1988.4.

Bibir yang Merah, Basah, dan Setengah Terbuka, harian Kompas, 25 Juni 1989.5.

Bayang-Bayang Elektra, harian Kompas, 25 Juni 1989.6.

Mestikah Kuiris Telingaku Seperti Van Gogh, harian Suara Pembaruan, 1989, sebagai Gombal.7.

Duduk di Depan Jendela, harian Kompas, 10 September 1989.8.

Segitiga Emas, harian Suara Pembaruan, 1991.13.

  • Language: Indonesian
  • Category: Asian Literature
  • Rating: 3.71
  • Pages: 132
  • Publish Date: 1995 by Subentra Citra Pustaka
  • Isbn10: 9798615190
  • Isbn13: 9789798615191

What People Think about "Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi"

Cerita pendek dilarang menyanyi di kamar mandi menceritakan seorang perempuan yang mempunyai kebiasaan menyanyi di kamar mandi namun karena kebiasaaanya itu meresahkan masyarakat karena telah menimbulkan imajinasi yang tidak-tidak pada sebagian besar laki-laki di daerah tersebut. Dari cerita pendek ini, menggambarkan bagaimana seorang yang tidak bersalah dipersalahkan oleh banyak orang, yang padahal masalah itu adanya di banyak orang tersebut bukan berada di satu orang yang dipersalahkan. Saya menjadi membayangkan betapa sulitnya dulu menyuarakan kebenaran dan menuangkan apa yang ada di dalam pikiran dengan bebas. :D Selain Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi, Kriiiiingngngng dan Bayang-Bayang Elektra, buku ini memuat cerita pendek lainnya seperti Duduk di tepi Sungai; Bibir yang Merah Basah dan Setengah Terbuka; Mestikah Kuiris Telingaku seperti Van Gogh; Duduk di depan Jendela; Lambada; Guru Sufi Lewat; Midnight Express; Segi Tiga Emas; Seorang Wanita di Loteng. Harusnya lebih keren lagi kalau saya bisa menangkap apa maksud dari cerita pendek yang disampaikan oleh SGA. dalam buku ini di cerpen Guru Sufi Lewat, Seno mengutip sajak Sutarji Calzoum Bachri yang saya suka ....

"Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi" diterbitkan kembali sebagai Edisi Kedua, artinya terdapat perubahan dan tambahan, yaitu sebuah prosa berjudul sama yang berasal dari skenario film televisi berjudul sama pula. Dalam buku ini, pembaca disuguhi dua cerita "Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi". Kebenaran para istri yang merasa suaminya semakin dingin setelah kedatangan Sophie yang sering menyanyi di kamar mandi itu kemudian menjadi sebuah pembenaran untuk 'pengusiran' Sophie. Kalau menyanyi di kamar mandi saja yang notabene ruang privat kita sudah dilarang lalu bagaimana dengan hak-hak kita yang lain? Cerpen lain yang dimuat dalam buku ini masih tergolong dalam cerita yang ringan dan kadang absurd.

Yang Minor, Yang Kalah Bagaimana jika Anda dilarang menyanyi di kamar mandi dengan alasan suara Anda akan menimbulkan imajinasi yang meresahkan masyrakat di republik ini? Relakah Anda dilarang menyanyi di kamar mandi hanya karena imajinasi telah membuat banyak orang tidak tahu diri? Salah satu cerpen di buku ini berjudul Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi yang juga merupakan judul utama dari kumcer ini. Berisi cerita tentang seorang gadis, Sophie namanya, pendatang di sebuah gang sempit yang dilarang menyanyi oleh ibu-ibu di sekitar kosan tempat dia tinggal. Tentu saja karena setiap sore, para bapak itu dengan setia menikmati suara-suara yang dibunyikan Sophie saat ia mandi. Mana mungkin ada orang mandi yang bisa sampai menimbulkan imajinasi mesum seperti itu? Tapi, yah, namanya juga Pak RT, akhirnya toh beliau manut saja waktu para ibu mendesak Pak RT untuk mengusir Sophie dari kampong itu karena dianggap merusak keharmonisan rumah tangga warga sekitar. Sebagai orang bijak, Pak RT bukannya mengusir Sophie, tapi hanya menyuruh Sophie untuk tidak boleh menyanyi lagi di kamar mandi. Kali ini, ibu-ibu ingin Pak RT benar-benar mengusir Sophie. Sophie, si kaum minoritas di tempat itu, merasa terjajah dengan tindakan para ibu-ibu yang mengatur-atur hidupnya. Seperti yang saya bilang, bahasa di buku ini tidak terlalu berat dan nyastra.

Hal itu juga sebenarnya tidak terlalu menjadi masalah, seandainya istri istri bapak bapak mesum tersebut tidak meradang, lantas lapor ketua RT minta agar Sophie diusir. Ada dua pelajaran yang bisa saya tangkap setelah membaca cerita ini, yaitu pertama bahwasanya pornografi itu tidak berhubungan dengan panca indra, melainkan dengan otak. Pelajaran yang kedua ialah, seorang istri harus bisa menjaga kondisi tubuhnya agar tetap bahenol dan seksi sehingga suaminya tidak gampang tergoda kambing tetangga. Cerpen Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi merupakan cerita terpanjang yang ada di dalam buku, dan ada dua versi pula. Kemudian ada pula cerpen cerpen lainnya yang tidak kalah ajaibnya sebagai sebuah cerita yang kaya akan pesan pesan dan kritik sosial, dan tak lupa; cinta. Pada akhirnya buku Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi ialah sebuah kendaraan untuk menyinggahi permasalahan permasalahan yang terjadi di sekeliling kita.

He writes short stories, novel, even comic book.