C'est La Vie

C'est La Vie

by Fanny Hartanti

Seperti apa sih hidup itu?Bagi seorang Amara, hidup ini piece of cake.Dengan modal kecantikan dan kecerdasannya, dia bisa memiliki segalanya.Semudah menjentikkan jari tangan...Untuk Ayu, hidup itu harus dijalani dengan sabar dan ndak neko-neko.Gadis ndeso asal desa kecil di Yogyakarta ini terbiasa hidup susah.Sampai suatu hari nasibnya berbalik 180 derajat.Tapi apakah keberuntungan akan selalu menyertainya?Sementara itu buat Karina lain lagi.Si jenius ini punya prinsip: "Hidup ini keras, Jenderal!"Segala sesuatu harus diraih dengan kerja keras dan usaha.Termasuk mencari suami...Ini bukanlah cerita tentang cinta. Ini adalah cerita tentang persahabatan tiga manusia mengarungi satu masa hidup mereka.Semua serba mengejutkan.Serba jungkir-balik.Seperti hidup itu sendiri...Cest La Vie...Thats Life...

  • Language: Indonesian
  • Category: Asian Literature
  • Rating: 3.42
  • Pages: 320
  • Publish Date: 2007 by Gramedia Pustaka Utama
  • Isbn10: 9792232826

What People Think about "C'est La Vie"

Tapi dia bertahan dan berusaha untuk survive menjalani hidupnya..

Atau kehidupan mimpi cinderella Ayu yang dulunya adalah penjaga toko dari keluarga miskin di Indonesia, tapi malah menjadi nyonya besar bersuamikan kaya raya di Belanda. Lewat pribadi Karina yang nggak pernah merasa puas dengan yang dimilikinya dan selalu iri dengan Amara yang dianggapnya mudah mendapatkan semuanya karena parasnya yang sempurna, penulis menyisipkan pesan untuk melihat takdir yang kita dapatkan dari sudut pandang berbeda. Dan lewat kehidupan Ayu yang mirip dongeng cinderella yang tiba-tiba saja berubah menjadi mimpi buruk, penulis menyiratkan pada kita bahwa nggak selamanya hidup itu indah. Buku ini cocok banget buat mereka yang mulai memasuki fase usia 25 tahun ke atas.

saya sangat senang dengan gaya penulisnya yang segar dan ringan, tapi sarat pelajaran juga. Bnyk juga yang kena di hati saya sendiri, seperti Karina yang kurang percaya diri, Ayu yang sangat tergantung pada suaminya, atau Amara yang cenderung mendapatkan segalanya dengan mudah.

Keinginannya untuk menjadi koki terkenal terpaksa dia tinggalkan karena ayahnya menganggap itu bukan pekerjaan yang mempunyai masa depan cerah. Semua itu harus dia kerjakan secara sempurna, karena atasannya Jan adalah seorang yang sangat perfect dalam segala hal. Sampai kemudian, ia mengutarakan keinginannya untuk kursus memasak, Jan bersedia membantu dia dengan syarat Amara harus mau diuji secara fisik dan mental, memasak untuk dinilai oleh Jan layak atau tidaknya Amara menjadi seorang koki yang terkenal. Dia yang terbiasa hidup susah sejak kecil, menjadi bahan ejekan teman-temannya sewaktu masih di SD karena tidak selalu tidak mempunyai uang berbagai kegiatan. Mereka kemudian menikah, tinggal di Belanda dan mempunya seorang anak lanang bernama ben yang lucu dan sangat memuja papanya. Mereka bertiga bertemu, bersahabat, saling melengkapi, dan menyangi, segalanya berjalan lancar dan indah dengan diselingi pertengkaran kecil antara Amara dan Karina, tentu saja Ayu yang sabar selalu menjadi penengah. dan Karina yang selalu merasa bahwa dirinya tidak cukup menarik untuk mendapatkan seorang suami, mendapatkan pelajaran bahwa setiap langkah harus diperhitungkan secara benar-benar matang.

juga Ayu si gadis miskin yang cuma sekolah sampai SMA tapi tulus, bijaksana, dan legowo seperti spons yang menyerap apapun yang ada di hidupnya tanpa banyak bertanya "WHY". Amara Iri pada Karina yang jenius, dapat beasiswa S2 di Belanda, Cumlaude dan mendapat pekerjaan di perusahaan asing. Amara bosan dikatakan cantik sampai-sampai semasa SMA dia pernah dijadikan taruhan, dijadikan pacar untuk mendongkrak gengsi si Cwo. Karina merasa percuma dengan gelar jenius, S2 beasiswa dan cumlaude lalu punya pekerjaan tetap tapi terancam jadi perawan tua. Achichi ga perlu diet karna dia bisa makan apa aja masuk ke perutnya tanpa takut gemuk. kata Achichi "Rizky selalu ngdapatin apa yang dia mau"dia punya banyak pacar. tapi Rizky juga bilang "Achichi beruntung , dia selalu ngdapetin apa yang dia mau".

Waktu itu sebenernya nggak ada niatan untuk beli novel ini. Ada yang hanya memberi 2 bintang, karena menganggap ceritanya kurang mengena, tapi tak sedikit juga yang sampai memberi 4 bintang atau lebih. Pengalaman saya sewaktu membaca novel ini, awal-awalnya cukup dibuat bosan. Dan itu tidak berakhir sampai saya selesai menamatkan novel ini, yang disertai dengan rasa puas tentunya :). Menurut saya sih, novel ini nggak murahan. Nah untuk poin yang saya kurang suka, adalah satu: typo, yang lumayan banyak dan agak sedikit mengganggu walau cuman kurang satu dua huruf.

ini masalah saya yang gak bisa bahasa Belanda ataupun Perancis aja, siiiy* Udah ah, masuk ke review cerita: To be honest, saya udah mulai baca novel ini dari berbulan-bulan yang lalu, tapi karena satu dan lain hal, sempet berhenti dulu bacanya, dan finally sekarang baru beres baca. Sekali lagi, tentang Ayu dan Mas Tom-nya, adalah bagian yang menurut saya paling jleb :( Buat semua wanita yang butuh 'menguatkan' diri akan problema yang sedang dihadapi, mungkin novel ini bisa dijadikan sebagai 'teman' untuk berbagi :)

kisah persahabatan 3 orang perempuan: Amara, Ayu dan Karina yang merasa senasib karena hidup di negeri orang. ternyata cowok2 bule itu nggak selalu doyang sex, suka gonta-ganti pasangan dan mereka bisa juga setia. mereka kan juga manusia) :) aku suka pandangan Fanny soal ini. tapi paling suka aku cara bertutur Ayu. Indonesia banget.

Suka bgt sama ni buku :) Mulai dari desain covernya yg simpel&sederhana, tapi menurut gue udh pas ngegambarin isi buku, tentang 3 sahabat yg berbeda karakter&lifenya masing2, tp disatuin krn merasa senasib tinggal di Belanda& punya pasangan orang Belanda.

Atau kalau memimjam istilah dia, jadi istri, ibu merangkap pembantu sekaligus disambi nulis.