Kenanga

Kenanga

by Oka Rusmini

  • Language: Indonesian
  • Category: Novels
  • Rating: 3.63
  • Pages: 294
  • Publish Date: by Gramedia Widiasarana Indonesia
  • Isbn10: 9797321681
  • Isbn13: 9789797321680

What People Think about "Kenanga"

Feminisme masih bertahan jadi tema andalan Oka Rusmini. *ikat Galuh pakai stagen* Yang bikin salut lagi, Oka Rusmini tetap bertahan sama budaya Bali. mengingat pernah baca kalau Oka ini juga seorang Ida Ayu. Kalau ingat usaha demi punya buku ini, nyari di beberapa tempat, rasanya puas banget sama isinya.

Kenanga adalah buku yang akan selalu aku rekomendasikan buat temen2 deketku..

review menyusul kalau tak malas ngetik ================================== penasaran banget sama cerita ini sejak pertama kali lihat di IG, blurbnya bikin kepo, apalagi Kenanga merupakan cerita beraliran feminisme yang saya gandrungi lebih dari apa pun (ciyeeee ?)), hasrat untuk baca itu meledak kayak mercon banting Untung beberapa hari lalu Bang Abi bilang bahwa cerita ini bisa dibaca di Ijak, saya langsung pinjam tanpa berpikir dua kali untuk menyetubuhinya, yihaaaaa Seperti yang tertulis pada blurb, novel ini berkisah tentang Kenanga, seorang perempuan muda Bali yang penuh impian dan ambisi. Saya jadi banyak tahu tentang budaya Bali yang eksotis tersebut, dewasa ini memang jarang novel yang mengisahkan sebuah budaya yang terasa kental namun diceritakan dengan gaya yang enak. hanya saja ada beberapa yang kurang dan tak begitu saya suka di sini: 1. diksinya tak ayal mengingatkan eyke dengan Bang Vicky contoh: -seberkas suara merobek cadar tidur Kenanga (jadi berpikir yang enggak2 kan, ini cadar tidur itu yang cemana coba?) -seperti ada sebutir peluru yang berenang di jantungnya (duh, itu imajinasi saya kan tahu2 ngebayangin peluru renang2 di jantung pake gaya sesuka hati kendati yang dimaksud jelaslah bukan demikian ) -berbilah-bilah tombak meluncur dari mata kenanga (maafkan ke'oonan saya, tapi saya kan jadinya langsung membayangkan tombak beneran meluncur dari mata ini apa sih sebenarnya? ya, Tuhan, ampuni saya, , tp diksi ini ucul kali) -Bhuana terpaku pada sepasang tangan perempuan di depannya yang tengah sibuk dengan LUMPUR KEHIJAUAN dalam mangkuk bening (terjemahan: bubur kacang ijo ) -dan sedetik kemudian sebentang tirai kegelapan telah turun menyergapnya (baca: pingsan ?) ) -peluh menyembur pipinya (entah kenapa kiasan ini langsung ingat lagu mbah dukun ?) yg nyemburin peluh ke pipinya? selama 4 tahun dia gk pulang sama sekali ke bali, dan gk ada satu pun orang tuanya yang curiga. dan, rumah sakit itu MENGERTI yang pada akhirnya setuju untuk merahasiakan hal tersebut dan sebagai gantinya mereka mengabarkan bahwa bayi kenanga MENINGGAL. jam berapa, ttv pasien berapa, tindakan apa yang telah dilakukan sebelum pasien meninggal, dan harus ada ttd dokter yang menangani, apakah itu semua JUGA PENUH DUSTAH hanya karena pemikiran gk waras seorang laki2? saat dia keluar dari rumah sakit, di billing rumah sakit pasti tertulis apa2 saja tindakan yang dilakukan pada pasien, seperti perawatan jenazah, ambulans jenazah, rujuk pasien, DAN KENAPA KENANGA TIDAK TAHU padahal dia dikatakan perempuan cerdas, hanya menvejar karier dan tengah menempuh pendidikan S2? pada suatu hari, seorang ibu dari kaum sudra mengantarkan anaknya agar jadi wong jero di griyanya kenanga, yang disambut baik oleh kenanga, dan ternyata wohoooo anak itu anak kenanga yang dikatakan mati, tapi di sini tidak diceritakan siapa perempuan itu, bagaimana caranya bayi dari jogja bisa terbang ke bali, dia dititipkan di mana, dan kenapa tahu2 dia dipasrahkan ke griya? d. diceritakan kenangan gk mau menikah karena dia memiliki fobia yang sangat mengerikan. dia menyusun sebuah rencana tuh utk menjebak intan dalam sebuah pemerkosaan, dan intan tahu yang ternyata si pemerkosa adalah sahabat ibunya, dia sama si calon pemerkosa yg langsung tobat gara3 ketemu intan giliran ingin menipu galuh dengan pura2 mengatakan bahwa intan telah diperkosa. balas dendam intan yg ingin menaikkan derajat kaum sudra dan mengalahkan para perawan cilik brahmana JUGA TIDAK DITINDAKLANJUTIIIII padahal sudah diceritakan dibanyak lembar dengan ketekatan tiada tara sudahlah, untuk pembahasan plotholes kita rampungkan di sini, kedua jempol saya tak sanggup lai mendedahkan lainnya sekarang kita bahas tentang alur: meminjam istilah dari si peLinces ana, novel ini memiliki alur: Macam udah horny bgt, turn on, grepe grepe, mendesah kencanh, udah abis tuh dada digigit jilat gigit lagi. berlembar2 di novel ini mengisahkan sosok Kemuning dan Rahyuda, sosok Mahendra dan masa kecilnya, yang kedua2nya sia2, tidak mendukung plot utama, bahkan yawlah, ada pov aku-dari Mahendra HANYA UNTUK MENCERITAKAN MASA KECILNYA:. hapus aja jg gk ngaruh ini sama psikologi kenanga dan intan serius, pov 3 yang begitu gilang gemilang sayuk rukun loh jinawi itu dihancurkan karena sekutil pov 1 yang gk ada faedanya sama sekali.

bahwa Buwana adalah sosok lelaki idaman yang mendekati sempurna, tapi justru jatuh hati pada kenanga yang tidak terlalu luar biasa dimata kebanyakan orang. sampai sekarang, hati saya masih terasa ngilu tiap ingat potongan adegan terakhir kenanga dan buwana ditepi pantai.

KENANGA Oka Rusmini Berlatar lingkungan kampus, Kenanga seorang dosen sastra yang cerdas dan ambisius menjadi tokoh utama cerita ini. Keperawanan menjadi mata uang antara Kenanga dan Bhuana, demi Kencana. Kenanga mencintai adiknya, dan rela melepas Bhuana. Kau akan terperanga terhadap kelihaian Oka Rusmini dalam menyajikan kesedihan dan kepedihan dengan nuansa yang begitu indah.

Kenanga berhasil menyatukan unsur tradisional dalam bentuk budaya Bali beserta pandangan-pandangan tradisi yang ada dengan unsur modern, yang merupakan kisah cinta karakter-karakternya. Bagi yang nggak tahu banyak dengan budaya Bali beserta tingkatan sosial di sana, novel ini akan ngasi gambaran yang cukup jelas tentang bagaimana tradisi itu mengkungkung beberapa karakter-karakternya.

Saya suka banget sama karakter Kenanga. Kenanga mengajari banyak hal, bahwa cinta tidak harus memiliki, bahwa cinta adalah melepaskan, bahwa cinta yang hakiki akan dibawa sampai mati. (atau adakah lanjutan dari buku ini?) Masih sangat banyak pertanyaan dalam kepala saya dalam buku ini, seperti: Apakah Bhuana tetap mempertahankan Kencana dan masih menyembunyikan cintanya yang hakiki untuk Kenanga?

meski sebenarnya diakhir cerita agak menggantung (maksudnya dari sekian konflik yang tergambar dengan bahasa indah antara kenanga, Luh Intan, Bhuana); ditutup hanya dengan pikiran dilematis yang musti dipilih oleh luh Intan pada dua sosok laki-laki dalam bayangnya (bhuana dan (lupa nama) wwkkw). bukan hanya karena kecantikan bahasa yang digunakan; tetapi juga kompleksitas kondisi dan kisah novel (dalam hal ini kenanga) tergambar dengan sangat jelas dan penuh emosional.

In 2003, The Language Centre, Ministry of Education of the Republic of Indonesia, gave her the Literary Appreciation Award of Literary Works for her novel Tarian Bumi. In 2012, she received the Literary Appreciation Award from the Agency of Language Development and Cultivation, Ministry of Education of the Republic of Indonesia, and the South East Asian Write Award, Bangkok, Thailand, for her novel Tempurung.