Perempuan Terluka

Perempuan Terluka

by Qaisra Shahraz

Dengan cadar terkoyak yang terlilit erat mengelilingi bahunya dan kepala tertunduk, perempuan itu melirik ke atas dari balik tepian kerudungnya.

Penduduk desa itu menahan napas.

Aku menceraikan kau!" Tiga talak yang mematikan itu menghujam jantungnya.

Bagaikan taifun, tragedi itu menyapu seluruh penduduk Desa Chiragpur, mengubur mereka dalam rasa bersalah sepanjang hidup.

Tiga wanita belia mengalami kisah tragis yang menghantui kehidupannya masing-masing di Desa Chiragpur-asal mula Zarri Bano sang Perempuan Suci.

Naghmana,perempuan glamor dari kota; Chaudharani Kaniz, sang maharani; dan Gushan, istri tak berdosa.

  • Language: Indonesian
  • Category: Novels
  • Rating: 3.48
  • Pages: 412
  • Publish Date: May 2007 by Mizan
  • Isbn10: 9794334685

What People Think about "Perempuan Terluka"

Telegram itu datang dari Siraj Din di Chiragpur, sebuah desa kecil yang tak akan pernah lagi sudi diinjaknya setelah kiamat yang menimpa dirinya dua puluh tahun lalu di sana. Telegram itu membawa berita tentang Siraj Din, lelaki penguasa Chiragpur, yang tengah sekarat. Ya..puluhan tahun silam, kedua insan ini pernah terlibat dalam sebuah perkara yang diputuskan lewat kacheri, pengadilan terbuka yang telah menjadi tradisi di Chiragpur sejak zaman para leluhur. Kedua pelaku yang diduga telah melakukan perzinahan itu kemudian digiring ramai-ramai ke balai desa untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan seluruh warga di depan kacheri yang dipimpin oleh tetua desa, Siraj Din. Tanpa memberi kesempatan bagi tertuduh untuk menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya, kacheri segera digelar. Naghmana dan Haroon harus menerima hukuman yang menurut sang hakim paling adil, walaupun kelak keputusan itu menjadi seonggok penyesalan yang terus menghantui hidup Siraj Din hingga di tepian maut. Pasangan tertuduh yang ternyata adalah suami-istri sah ini dipaksa bercerai sebab Haroon telah menikah lagi dengan Gulshan. Daya tariknya masih bertumpu pada eksotisme kehidupan masyarakat desa muslim di Pakistan dengan para perempuannya yang tengah menapak era kebebasan. Permasalahan dan konflik yang mengemuka memberi sebuah informasi baru bagi pembaca di luar Pakistan mengenai satu tradisi kuno di negeri muslim itu yang masih dipraktikkan hingga hari ini, kendati mungkin sudah tak sesuai lagi dengan semangat zaman.

Di buku pertama, Perempuan Suci, mungkin pembaca akan bertanya-tanya, apa maksud perkataan Baba Siraj Din. Karena tidak pernah diberi penjelasan lebih lanjut akan arti kalimat itu. Gulshan pulang dengan hati luka dan bercerita pada ibunya, Hajar, apa yang baru saja ia lihat. Begitu Haroon pulang ke rumah, Hajar langsung memakinya dan bukan itu saja, ia juga memaki Naghmana sebagai perempuan nakal perusak rumah tangga. Hajar menuntut diadakannya sebuah kacheri pengadilan terbuka untuk menghukum dua orang perusak kedamaian Desa Chiragpur itu. Kacheri pun diadakan, dipimpin oleh Baba Siraj Din selaku orang yang paling dihormati di desa itu. Semua diliputi rasa bersalah, tidak terkecuali Baba Siraj Din selaku pemimpun, Hajar yang begitu membabi buta menuntut akan adanya kacheri, para tukang gosip Naimat Bibi dan Kulsoom.

tiga talak yang mematikan itu menghujam jantung Naghmana..seorang perempuan muda..perempuan yang menjadi pusat perhatian seluruh penduduk Desa Chiragpur, dengan penampilannya yang glamor dan modern dari Kota Karachi, Pakishtan. Seorang istri yang berprasangka..melihat dengan mata kepalanya sendiri, suaminya; Haroon bermesraan dengan perempuan muda yang baru 2 hari tinggal di desa Chiragpur, meh loothi ghi- aku sudah dirampok..adalah perkataan yang terus keluar dari mulut Gulshan..sang ibu; Hajra tidak terima dengan apa yang menimpa putrinya..menuntut Buzurgh (tetua desa) Siraj Din..untuk melakukan Kacheri..pengadilan terbuka..yang berujung dengan dijatuhkan talak pada Naghmana..yang ternyata baru diketahui adalah istri pertama Haroon..dan lewat Kacheri Gulshan memang menjadi istri satu-satunya bagi Haroon namun sayang..sejak saat itu Haroon secara sepenuhnya pergi dari kehidupannya walaupun secara fisik mereka masih tinggal bersama..tapi mereka sudah menjadi 2 orang pribadi yang saling menjauhi..

Usually if this was happening over and over again, I would put down the book because I would get too frustrated. Either leave the reader to work out your meaning from the context or put it in English. I don't mind the odd hint and I am happy with the foreign words to be there but I found it happened over and over again and it became quite frustrating.

Sekuel novel "Perempuan Suci" ini, bercerita tentang kisah tiga orang wanita dari kampung halamannya Desa Chiragpur, ketika Zarri Bano (sang perempuan suci) masih seorang gadis kecil.

It's a bookended story; the majority of the book being a flashback to the seventies, and the ends being set just after The Holy Woman.

Buku ini masih ada hubungannya dengan buku sebelumnya yaitu Perempuan Suci.

Qaisra Shahraz, born in Pakistan, is a critically acclaimed novelist and scriptwriter and has lived in Manchester since she was nine. Her drama serial The Heart is It won two TV Awards in Pakistan .