Negeri Senja

Negeri Senja

by Seno Gumira Ajidarma

Daftar Isi: Prolog Matahari Tidak Pernah Terbenam di Negeri SenjaBagian 1 Penunggang Kuda dari Selatan Peristiwa di Kedai Penginapan Para Leluhur Rumah Bordil di Padang Pasir Perempuan dari Balik CahayaBagian 2 Komplotan Pisau Belati Usaha Pembunuhan Tirana Tirana, Perempuan Penguasa yang Buta Kaum Cendekiawan dalam Kegelapan Suatu Ketika di pasar Penangkapan Tokoh Perlawanan Penjara Gerakan Bawah Tanah Proklamasi Partai HitamBagian 3 Pengembara di tepi Sungai Seorang Pembicara Para Pelajar Sekolah Bebas Mazhab Pasar MalamBagian 4 Kisah Cinta Tirana, Jika Memang Benar Adanya Perempuang dengan Anting-anting di Puting Kiri Perempuan dengan Rajah Ular yang Membelit Tubuhnya Perempuan di Bawah Menara Antara Alina dan ManekaBagian 5 Pemberontokan Usaha Pembunuhan Tirana II Pembantaian Para Kekasih yang Terbunuh Khotbah di Kuil MatahariEpilog Ketika Pengembara itu Pergi, Matahari Belum juga Terbenam di Negeri Senja

  • Language: Indonesian
  • Category: Asian Literature
  • Rating: 3.79
  • Pages: 243
  • Publish Date: August 2003 by Kepustakaan Populer Gramedia
  • Isbn10: 9799023963
  • Isbn13: 9789799023964

What People Think about "Negeri Senja"

MATAHARI TIDAK PERNAH TERBENAM DI NEGERI SENJA Senja seharusnya datang dan pergi. Dan di akhir semua itu, tentang kekalahan dan kegetiran, dan kehidupan yang berjalan terus. Sebenarnya ingin memberi bintang 5 dan calon buku fav-ku, namun akhir kisah yang teramat sendu membuatku merasa seperti menjalani lamunan panjang yang terbuyarkan tiba-tiba dan hanya menyisakan sepercik kenangan sedih.

Mungkin karena ini buku Seno Gumira Ajidarma pertama saya. Dan karena Negeri Senja tidak pernah memiliki malam, perasaan itu selalu menggantung di setiap sudut.

Penggambaran mengenai bagaimana ia terlarut dalam sebuah adegan bercinta dan percintaan itu sendiri menggugah saya untuk berpikir. Nyatanya, (kebanyakan) having sex hanya sebuah permainan yang mengatasnamakan cinta. Misalnya, kekerasan yang mengatasnamakan agama dan Tuhan yang nyatanya hanyalah sebuah permainan oknum-oknum ******* Novel Negeri Senja sendiri sangat patut diacungi jempol. Kata cinta yang dihapuskan dari kamus dan tak pernah diperbincangkan di Negeri Senja. Ada juga sisi feminisme dalam cerita Negeri Senja, dimana penguasanya, Tirana, adalah seorang wanita buta yang telah berkuasa selama 200 tahun dengan kekejaman tiada tara. Membuka pikiran kita tentang apa yang terjadi di negeri kita sendiri dengan bercermin pada cerita Seno di Negeri Senja.

Setiap kali saya baca buku ini, tiba-tiba badan saya seperti ikutan pindah ke negeri senja. Saya tidak menyangkal dan bahkan mengagumi fantasi Seno yang luar biasa dalam buku ini. Saya berharap di akhir saya bisa dapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang terus ada di kepala saya saat membaca buku ini. Konon, dan memang hanya konon, senja selalu hadir saat saya membaca buku ini. Matahari tak juga tenggelam saat saya selesaikan buku ini.

Sengaja aku membaca setiap cerita senja yang seno tulis. Dan saya kira sebenarnya seno menceritan negeri senja yang sama. Sebab yang aku lihat hanya pembunuhan dan kekejaman pemerintahan Tirana.

Saya tidak terlalu suka cerita yang membuat kening berkerut lantaran berpikir dan membayangkan kejadian yang sama sekali sulit dibayangkan. Nampaknya saya butuh referensi bacaan lain dari SGA, biar bisa tahu apakah gaya penulisannya memang begini atau hanya berlaku untuk roman satu ini. Jika tidak pandai berbahasa dengan kata-kata, seseorang bisa berbahasa dengan cara apa saja." --hal.143 "Cinta bagiku hanyalah suatu permainan sementara, jika tenggelam terlalu dalam, kita akan terluka - cinta adalah permainan untuk tidak terluka." --hal.166 "Mereka yang dikuasai cinta akan lebih mudah menderita dan terluka daripada mereka yang menguasainya; namun siapa pun harus melepaskan pikiran mampu menguasai cinta dan mempermainkannya,karena siapa pun begitu jumawa merasa bisa menguasai cinta justru akan terbakar dipermainkan cinta." --hal.176 "...di dunia orang dewasa, bukankah kita harus selalu berdamai dengan luka?" --hal.177 "Kalau manusia masih bisa tidak melibatkan Tuhan dalam kehidupannya, ia tetap harus bisa menghormati manusia sebagai bagian dari harkatnya, karena manusia hanya menjadi manusia ketika ia melakukan segala sesuatu dengan penuh martabat." --hal.211

Kehidupan sosial-politik masa ini seperti sebuah topik yang hitam-putih, objektif, rasional..segala mampu terjelaskan dengan teori ini dan itu, semua begitu pasti.

Seno menyeret pembaca pada sebuah negeri yang tidak kita ketahui lokasi geografis, tidak disebut dalam peta, dan hanya ditemukan oleh tokoh AKU karena pengembaraan dan menuruti penutur-penutur yang juga berasal dari pengembara.

He writes short stories, novel, even comic book.